Orang Bodoh Versus Kebodohan

orang bodoh vs kebodohan

Orang bodoh versus kebodohan. Awalnya, saya ingin memberi judul Artikel ini ”Jangan Biarkan Kebodohan Menghancurkan Anda” , Tetapi ketika saya meninjau ulang, saya menyadari bahwa sangat sedikit orang yang bodoh secara total. Tentu saja, beberapa orang saya yakin mengatakan bahwa telepon tidak akan pernah berguna, dan yang lain memberikan rencana bisnisnya melalui sebuah telepon dan ternyata mereka berhasil…Apakah mereka harus dianggap bodoh? Saya rasa tidak.

Itulah alasan Artikel ini membicarakan membiarkan kebodohan, yang dapat menjadi kesulitan sementara, menghancurkan Anda, Tetapi sebelum saya membedah kebodohan, saya ingin menekankan keutuhan untuk bertahan dari penghancuran.

Saya jadi teringat akan suatu cerita singkat anak-anak seperti ini :

Pada suatu ketika Seorang anak menanam benih wortel

Namun, Ibunya berkata ”Ibu Khawatir wortel itu tidak bisa tumbuh“.

Ayahnya berkata, ” Ayah Khawatir wortel itu tidak akan tumbuh ”.

Dan kakaknya berkata, ”wortel itu tidak akan tumbuh“.

Setiap hari anak kecil itu menyiangi hama di benih itu, dan menyiramnya dengan air

Tapi, wortel itu belum juga tumbuh

Dan belum juga tumbuh

Setiap orang terus berkata , wortel itu tidak akan tumbuh.

Tapi, ia tetap menyiangi hama di sekitarnya setiap hari dan menyiramnya dengan air.

Dan kemudian suatu hari

Wortel itu tumbuh

Persis seperti yang anak itu yakini.

Mengapa Kebodohan Anda?

Intinya, Anda bisa berhenti disini dari apapun yang sedang anda lakukan sekarang.

tapi cerita tadi menggambarkan bagaimana sang anak kecil : Tanami benih, cabuti hama, siram air, dan percaya.

yang ingin saya tekankan disini adalah

Jangan biarkan apapun menghancurkan anda

Jika anda memiliki potensi yang revolusioner, anda memiliki moral yang sangat penting untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik, sehingga anda akan memahami bahwa peran terbesar yang bisa diberikan oleh kehidupan anda adalah anda menjadi seseorang yang selau yakin akan kesuksesan anda.

AKPC_IDS += “3722,”;

Artikel Orang Bodoh Versus Kebodohan ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

Apa yang dilakukan oleh orang gagal ?

Apa yang dilakukan oleh pecundang

Apa yang dilakukan oleh orang gagal ?

Dijelaskan oleh Robert Kiyosaki, orang yang takut kalah melakukan hal serupa dalam hidup. Kita semua mengenal :

1. Mereka yang mempertahankan perkawinan yang tidak lagi berlandaskan cinta.

2. Mereka yang menjalani pekerjaan tidak berprospek.

3. Mereka yang terus menyimpan pakaian tua serta “barang-barang” yang takkan pernah mereka pakai.

4. Mereka yang tetap tinggal di kota-kota dimana mereka tidak mempunyai masa depan.

5. Mereka yang tetap berteman dengan orang-orang yang menghalangi kemajuan mereka.

Dalam bahasa saya sendiri, seperti sebuah cerita orang Afrika menangkap monyet. Di Afrika ada satu suku yang makan monyet, mereka berburu monyet untuk dimakan. Cara berburu mereka bermacam-macam, ada yang menggunakan cara dipanah, ada yang disumpit, tapi yang paling menarik adalah ada yang menangkap dengan menggunakan kendi. Mereka mengikat kendi dari tembaga ke pohon atau batu yang besar. Kemudian diisi dengan kacang, Dan sebagian kacang ditaruh diluar. Begitu sang monyet melihat kacang tersebut, setelah dipastikan kanan kiri aman maka monyet tadi turun dan mulai memakan kacang tersebut. Dan ketika kacang diluar habis, monyet tersebut mulai melirik kacang yang ada di dalam kendi. Dan begitu tangan monyet tersebut masuk untuk mengambil kacang, begitu tangan monyet tadi menggenggam maka tangan monyet tersebut tidak bisa ditarik dari kendi yang tertali di pohon yang besar. Dan monyet tersebut tidak mau melepaskan “Let It Go” kacangnya. Akibatnya monyet tersebut tertahan terus tidak bisa pergi, bahkan sampai pemburu monyet datang tetap saja sang monyet tidak mau “Let it go”. Kapan monyet tersebut mau “Let it go” kacangnya? Yaitu ketika monyet tersebut mati disembelih. “Kenapa demikian?” Karena dia namanya “monyet!”.

Maka ada peribahasa bahasa Inggris, “You pay peanut, you get monkey”.

Banyak dari kita yang sudah tahu bahwa yang kita kerjakan sekarang tidak akan mambantu kita mencapai apa yang kita inginkan. Tetapi kita takut kehilangan “kacang” kita sampai kita disembelih (dipecat) baru kita berani “Let It Go”.

Orang yang berpikir “cari aman” adalah pikiran logis. Sebenarnya salah, karena itu adalah pikiran emosionil. Dan pikiran emosionil lah yang membuat orang “macet”di sebuah kuadran.

Jika orang tidak bisa mengendalikan pikiran emosi mereka, dan kenyataannya banyak yang tidak bisa, maka mereka sebaiknya tidak mencoba menyeberang. Robert Kiyosaki menganjurkan agar semua yang ingin menyeberang lebih dulu memastikan mereka mempunyai orang-orang yang akan selalu mendukung mereka, dan memiliki seorang pembimbing di sisi lain kuadran yang akan membimbing mereka.

Semoga bermanfaat,

AKPC_IDS += “550,”;

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

artikel Tung Desem Waringin (13), orang gagal (7), TUNG DESEM WARINGIN (4), kisah orang gagal (3), Orang orang gagal (2), yang dilakukan orang gagal (2), cerita orang gagal (2), bahasa inggris tinggalkan zona nyaman (2), takut mengenal cinta (2), monyet (2)

Artikel Apa yang dilakukan oleh orang gagal ? ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.

BERKATA TIDAK

Berkata Tidak

Berkata 'Tidak' Itu Mudah

Tahukah anda ketika kita berkata tidak? Bahwa dalam hidup ada suatu perbuatan yang sia-sia tapi tak menghasilkan? Perbuatan itu adalah berusaha untuk selalu berkata ”ya” untuk memuaskan orang lain. Pada kesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah cerita rakyat dari Eropa yang mengilustrasikan hal ini dengan sangat baik. Selamat membaca!


Di suatu pagi hari yang cerah, seorang penggiling tepung dan anaknya pergi untuk menjual hasil gilingannya ke kota. Anaknya menunggangi keledai sementara ayahnya berjalan di sisi keledai itu.

Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang dari desa sekitar. Orang itu berkata “Kamu seharusnya malu dengan dirimu sendiri!” Katanya dengan nada merendahkan. “Kamu duduk dengan nyamannya sementara ayahmu yang sudah berumur harus berjalan. kamu tidak punya rasa hormat!” Dengan malu-malu, sang anak dan ayahnya saling menatap dan bertukar tempat dengan rasa malu.

Ketika mereka melanjutkan perjalanan, seorang tua menghardik mereka. Katanya “Bagaimana kamu ini? Duduk dengan nyamannya di atas keledai sementara anakmu kesulitan mengikutimu. Lihat!”

Akhirnya sang ayah memutuskan untuk menunggangi keledai itu bersama dan melanjutkan perjalanan.

Tak lama kemudian, datanglah seorang wanita dari arah sebaliknya. Dia juga menemukan kesalahan pada pengaturan tersebut. “Aku tak pernah melihat kekejaman seperti ini! Kalian berdua terlalu berat untukkeledai yang malang tersebut. Dasar pemalas! Akan lebih pantas bila kalian berdua yang membawa keledai itu dan hasil gilinganmu.”

Karena tak ingin mengecewakan wanita itu, sang ayah memerintahkan anaknya untuk mengikat kedua kaki keledai tersebut. Sementara ia memotong sebuah batang yang panjang dan kuat untuk membawanya. Mereka berdua kemudian meyisipkan batang tersebut diantara kaki-kaki keledai yang kini sudah terikat. Mereka membawanya seperti orang suku yang baru mendapatkan tangkapan dan melanjutkan perjalanannya ke kota.

Ketika mereka menyebrangi sungai, keledai mereka ketakutan melihat pantulan dirinya di air sungai yang belum pernah dilihat sebelumnya. Keledai itu mulai meronta-ronta dengan sangat kencang dan menyebabkan kedua pemiliknya kehilangan kesimbangan dan melepaskan pegangan mereka.

Keledai itu terjatuh ke sungai dan tidak bisa berbuat apa-apa karena masih terikat. Singkat kata, keledai itu mati terseret arus air dan tenggelam. Sedangkan kedua pemiliknya hanya melihat dengan pasrah.

Moral of the story: After a moment of silent reflection, the father turned to the boy and spoke: ”Son, we learned a valuable lesson today. We learned that when you try to satisfy everyone, you end up losing your ass*.”

Moral dari cerita: Setelah terdiam dan merenung beberapa saat, sang ayah berpaling ke anaknya dan berkata: Nak, kita mendapat pelajaran berharga hari ini. Kita belajar bahwa; ketika kamu berusaha untuk memuaskan semua orang, kamu akan kehilangan bokong*mu.”

Cat: Dalam bahasa Inggris, keledai dan bokong memiliki penulisan yang sama (ass). Kehilangan bokong dapat diartikan sebagai merugikan diri sendiri.

Karena kita semua ingin disukai, kita berusaha untuk memuaskan. Bila tidak dikendalikan, kebutuhan kita untuk diterima oleh orang sekitar dapat menempatkan kita pada misi yang tidak berkesudahan dan sia-sia. Biasanya hal ini ditemui ketika kita menolong seseorang (seperti anggota keluarga, teman, rekan, atau masyarakat) secara terpaksa karena rasa “nggak enak lah!

Hal ini seringkali menjadi penghalang kita dalam mencapai tujuan atau ambisi pribadi.

Ketidakmampuan untuk berkata “tidak!” adalah salah satu penyebab maraknya penyalahgunaan narkoba, dan minuman keras. Jadi, apa yang anda tunggu lagi? Bila anda melakukan sesatu dengan terpaksa dan rasa tidak enak hati, angkat gagang telpon anda dan katakkan “tidak” sekarang juga!

Ingatlah kata-kata si penggiling tepung.

When you try to satisfy everyone, you end up losing your _ _ _ !”

Salam dahsyat!

AKPC_IDS += “1547,”;

Orang lain mencari artikel ini dengan keyword :

tdw club (10), berkata tidak (6), www tdwclub com/life/berkata-tidak/ (2), upaya untuk menyelesikan permasalahan moral (1), saya tidak bisa berkata tidak (1), orang itu memang harus tulus dan ihklas tetapi harus tetap waspada (1), kadang semua bisa menjadi berharga setelah kamu kehilangan bahasa inggris (1), gengsi dengan pendapat orang lain menunjukkan ilmunya gak ada (1), berusaha tuk berkata benar (1), berkata ya dan tidak (1)

Artikel Berkata Tidak ini dipersembahkan oleh TDWClub.com.