Riwayat kecil ku
Aku lahir di kota kecil yang disebut kota Bahari, anak pertama ayah-ibu ku tak berumur lama setelah kelahirannya karena sakit. Ini tentu membuat Ortu sangat sedih karena anak pertama tentunya menjadi dambaan bagi pasangan seperti bapak ibu ku. Alhamdulillah Allah masih mengarunia anak kepada bapak-ibu ku…ya..anak kedua, tapi lagi-lagi kesedihan belum lepas dari keluarga kami karena anak kedua inipun tidak sampai dewasa , meninggal dalam usia yang masih belia. Ditengah keputus asaan bapak ibu ku lahirlah anak yang ketiga yang diberi nama Mohammad Raharjo. Pemberian nama ini tidak terlepas dari kesukaan bapak ku yang suka menyaksikan wayang golek hingga tercetus nama raharjo yang artinya “selamat”, “sejahtera”. Kakek dari ayahku pun tidak mau ketinggalan menyambut kegembiraan ini dengan menambahkan nama di depannya “Mohammad” yang merupakan nabi akhir jaman bagi umat islam yang didalamnya terdapat suri tauladan bagi manusia di dunia ini. Jadilah “Mohammad Raharjo” dengan harapan anak ini menjadi anak yang selamat, sejahtera, dan menjadi anak yang soleh bagi nusa, bangsa, negara, serta agama. Amiin. “Mohammad Raharjo” terlahir bukan dari keluarga yang berada dan juga bukan dari golongan ningrat. Ayahku hanya seorang pedagang ….bukan pengusaha besar yang puya perusahaan atau PT, tapi pedagang kecil yang kerap harus lari ketika ada kamtib. Tetapi semangatnya untuk menghidupi keluarganya itu yang selalu kuingat. Ibu ku tak kalah semangatnya berjuang ikut membantu ayah ku yang berpenghasilan pas-pasan malah sering kekurangan. Bapak-ibu engkau memang luar biasa. Karena jasamulah aku ada, Alhamdullillah ya…Allah.

Tak Berkategori | Ditandai:
Ditulis oleh raharjo 
















